Berikut ini saya akan mengulas sebuah ayat Alquran yang masih ada kaitannya dengan tahun baru hijriah, karena ini terjadi pada zaman hijrah.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri[*], (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali,
[*]Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.
Al Quran surat An Nisaa ayat 97 ini duturunkan pada saat sekitar Rosululloh Muhammad saw. menerima perintah untuk berhijrah dari kota Mekah ke kota Yatsrib (Madinah). Pada waktu itu ada segolongan umat muslim yang tidak mau ikut berhijrah bersam Rosul saw. dan rombongannya walau mereka tetap berislam. Mereka memilih tetap tinggal di dalam Kota Mekah. Padahal pada waktu itu sedang terjadi konflik antara kaum muslim dengan kaum kafir Quraisy, bahkan sampai ada rencana kaum kafir Quraisy akan membunuh Rosululloh Muhammad saw. Mereka pun tetap besikeras untuk tetpa tinggal di kota Mekah.Sampai akhirnya mereka, yang tetap tinggal di kota Mekah dan tidak berhijrah bersama Rosul, terbunuh oleh kaum Quraisy yang ingin membunuh Rosul saw.
Ayat di atas ini menggambarkan bagaiman nasib mereka yang tidak mau mengikuti Rosul saw. untuk berhijrah ke Madinah untuk mengembangkan islam di tempat yang lebih aman. Saat setelah kematian mereka, mereka akan ditanyai oleh malaikat, dalam keadaan seperti apakah mereka mati. Walaupun mereka mengaku bahwa mereka adalah orang yang tertindas, tetapi bukankah sudah ada perintas untuk berhijrah ke tempat yang aman? Dan mengapa itu tidak mereka lakukan?
Bagi kita yang hidup di jaman sekarang dan sudah tidak ada lagi perintah untuk berhijrah secara fisik. Namun, kita masih tetap bisa menghindari nasib yang seperti di jelaskan di ayat tadi yang di ganjar dengan Jahannam, yaitu dengan berhijrah secara mental atau pemikiran.
Di momen tahun baru ini adalah saat yang tepat untuk berhijrah atau mengubah pemikiran kita yang dewasa ini sudah mulai lepas dari pemikiran yang islami. Pemikiran-pemikiran yang sekuler, kapitalis lebih merebak, lebih tertanam dalam budaya sehari-hari di Indonesia, yang notabene sebagian besar penduduknya adalah umat islam. Mulailah dari hari ini kita kembali pada pemikiran yang cemerlang, pada cahaya akidah islamiah., keluarlah dari kurangan kegelapan pemikiran kapitalis dan saudara-saudaranya. Tidak ada kata terlambat selama naas masih berhembus.
***
Semoga catatan singkat ini bisa diambil manfaatnya oleh pembaca semua.
Segala kekurangan mohon dimaafkan!
Saya berharap para pembaca bisa bertukar pikiran dengan meninggalkan coment atau saran dan kritik pada catatan ini.
Terimakasih.
Wasssalammu'alaikum warrohmatulloh...
by The Fourth Kj, Paryadi
Kamis, 17 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar