Selasa, 14 April 2009

Masuk Surga dan MAsuk Neraka karena Seekor LALAT?

Pernah dikisahkan oleh Imam Thariq bin Syihab pada sebuah majelis pengajiannya bahwa ada seorang yang masuk surga hanya karena seekor lalat, tapi ada pula yang masuk ke neraka jahanam karenanya. Saat itu semua yang menghadiri majelis tersebut terkejut dan heran. Mereka bertanya-tanya bagaimana hal itu bisa terjadi.
Imam Thariq bin Syihab mengetahui keheranan kaum muslimin yang menghadiri majelisnya itu. Maka, beliau lalu menceritakan sebuah kisah yang menjelaskan hal tersebut.

Di kisahkan ada dua orang pengembara yang melakukan perjalanan secara terpisah. Dalam perjalanan, dua orang pengemabara tersebut memasuki sebuah daerah yang didiami oleh kaum yang menyembah berhala. Kaum tersebut memiliki berhala yang disembah dan dikeramatkan. Setiap orang yang melalui daerah mereka harus memberikan korban kepada berhala tersebut sebagai sesembahan. Jika orang tersebut tidak bersedia memberikan pengorbanan, maka kaum di daerah tersebut tidak akan membiarkannya keluar dari daerah itu dalam keadaan bernyawa. Begitu juga yang dialami oleh kedua pengembara tadi. Mereka diharuskan memberikan korban sesembahan kepada berhala keramat di daerah itu.
Ketika pengembara pertama masuk ke daerah itu, ia segera mengetahui hal itu dan saat ia akan meninggalkan daerah itu, dia dihadang dua orang algojo yang bertampang sangat menakutkan dan memintanya untuk memberikan korban. Saat itu ia merasa sangat ketakutan. "Tapi tuan, saya hanyalah seorang pengembara yang tidak memiliki apapun yang bisa saya korbankan untuk sesembahan kalian." Pengembara itu memohon dengna wajah yang sangat ketakutan. "Kalau begitu usahakanlah! Carilah olehmu, walaupun itu hanya seekor lalat!" perintah salah seorang algojo yang menghadangnya. Kebetulan tidak jauh dari gerbang itu terdapat tumpukan sampah, pengambara itu pun segera mendatanginya dan menangkap seekor lalat yang terbang di sekitar tumpukan sampah tersebut. Diberikannyalah lalat itu sebagai korban untuk sesembahan si daerah itu.
Sementara saat mengalami hal yang sama, pengembara kedua tetap teguh memegang keimanannya. "Lakukanlah pengorbanan untuk sesembahan kami, sebelum kau meninggalkan kota kami! Jika kau tidak mempunyai sesuatu untuk korban, maka caarilah olehmu walau hanya seekor lalat!" perintah salah seorang algojo yang berjaga di gerbang keluar kota. "Demi Alloh SWT yang ubun-ubun ku ada pada genggaman-NYA, aku tidak akan melakukan pengorbanan apapun bahkan hanya dengan seekor lalat kecuali untuk-NYA. Tidak ada yang pantas di sembah selain hanya Alloh ta'ala!" jawab pengembara itu tegas. Karena dalam hatinya ia telah yakin bahwa berkorban hanya boleh dilakukan jika sesuai dengan syariat, yaitu kurban pada hari Iedul Adha yang dilakukan dengan ikhlas hanya karena Alloh. Sedangkan memberikan sesmbahan kepada berhala - walaupun hanya dengan seekor lalat - adalh perbuatan yang mempersekutukan Alloh, itu berarti syirik. "Jika demikian, artinya kau memilih mati di tangan kami!" ancam algojo tersebuat seraya menyeringai menampakkan gigi-giginya, bagaikan harimau yang siap menerkam mangsanya. "Hidup dan matiku hanya ada di tangan Alloh. Jika aku harus mati saat ini, maka aku memilih untuk mati dengan mempertahankan agamaku!" tanpa rasa takut sedikitpun pengambara tersebut tetap pada pendiriannya. Selanjutnya, terjadilah pertarungan antara pengembara tersebut melawan dua orang algojo bersenjata tajam. Akhirnya pengembara itu mati terbunuh. Dia telah mati dalam keadaan syahid mempertahankan akidahnya dan masuk syurga.
Adapun pengembara pertama yatng telah berhasil keluar daerah itu dalam keadaan hidup, akhirnya meneruskan pengembaraannya. Tapi malang nasibnya, baru beberapa saat ia meninggalkan kota berhala itu, ia di gigit ular gurun yang berbisa, dan bisanya sangat mematikan. Akhirnya ia pun mati. Namun sayang, ia mati dalam keadaan musyrik (menyekutukan Alloh). Dia masuk ke neraka karena telah melakukan dosa syirik/menyekutukan Alloh, dengan mempersembahkan seekor lalat pada berhala.

Hikmah yang saya ambil dari kisah di atas adalah bahwa sekecil apapun hal yang kita lakukan jika hal itu mengarah pada kesyirikan, maka hal itu akan dapat menjerumuskan kita pada api neraka. Selain itu, tak ada satu hal [un di dunia ini yang perlu kita takutkan kecuali azab Alloh yang pedihnya tiada tandingan.

Apakah yang bisa anda ambil dari kisah di atas?

Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat sebagai bahan perenungan bagi seluruh muslim yang membacanya! Amin....